Welcome In Cing-ciripit Blog!

Semoga Bermanfaat Bagi Kita semua dan Jangan Lupa Coment Dan follow Blog ini Terima kasih .

Febryawan Yuda Pratama

Semoga Bermanfaat Bagi Kita semua dan Jangan Lupa Coment Dan follow Blog ini Terima kasih .

Febryawan Yuda Pratama

Semoga Bermanfaat Bagi Kita semua dan Jangan Lupa Coment Dan follow Blog ini Terima kasih .

Febryawan Yuda Pratama

Semoga Bermanfaat Bagi Kita semua dan Jangan Lupa Coment Dan follow Blog ini Terima kasih .

Terima Kasih Telah Berkunjung

Semoga Bermanfaat Bagi Kita semua dan Jangan Lupa Coment Dan follow Blog ini Terima kasih .

Kamis, 11 September 2014

SDLC

SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana(planning),analisis (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance).[1] Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan prototyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle)

Dalam perkembangannya SDLC dilengkapi oleh berbagai teknik pengembangan
sistem, yaitu:

Prototyping

prototyping adalah proses pembuatan model sederhana untuk software final yang mengijinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal.

Prinsip mendasar dari prototyping adalah : User dapat menunjukkan fitur yang disukai dan tidak disukai, mengindikasikan apa yang diinginkan pada sistem yang sudah ada dan berjalan lebih mudah dari pada harus mendeskripsikannya secara teoritis. Pengalaman dan penggunaan lebih menghasilkan informasi penting dari pada diagram analisis dan proposal naratif.




Berikut merupakan tahapan dalam proses prototyping :
Identifikasi informasi kebutuhan user yang diketahui dan fitur yang diinginkan dalam sistem.
Mengembangkan prototype kerja.
Menggunakan prototype tanpa penambahan dan perubahan, untuk mengetahui kebutuhan sistem.
Perbaiki prototype berdasarkan informasi yang diperoleh melalui pengalaman user.
Ulangi tahapan ini selama dibutuhkan hingga mendapatkan sistem yang diinginkan. Ketika analis dan user memutuskan bahwa informasi telah cukup dikumpulkan melalui proses prototype, maka ditentukan bagaimana memenuhi kebutuhan yang telah diidentifikasikan.

Terdapat 4 alternatif yang digunakan :
 Prototype di bangun ulang, alternatif ini berarti memprogram ulang mulai dari awal.
Prototype di implementasikan sebagai sistem lengkap. Menampilkan efisiensi dan metode untuk interaksi user mungkin diperlukan.
Proyek diabaikan. Dalam kasus ini prototype menyediakan cukup informasi untuk memperlihatkan bahwa sistem tidak dapat dikembangkan untuk memenuhi tujuan karena alasan teknologi, ekonomi, dan operasional.
Pengembangan prototype yang lain. Informasi yang dikumpulkan menyarankan pendekatan yang sama sekali berbeda, atau fitur yang bertolak belakang.

Jenis-jenis teknik prototyping adalah:

  • Trowaway Prototyping.
  • Evolutionary Prototyping.
  • Incremental Prototyping.


- Keuntungan menggunakan teknik prototyping:

  • Mengurangi waktu dan biaya.
  • Meningkatkan keterlibatan pengguna.
  • Mengurangi kesalahpahaman dan kesalahan interpretasi dengan pengguna.


- Kelemahan menggunakan teknik prototyping:

  • Analisis kurang.
  • Biaya untuk membuat prototyping cukup tinggi.

Waterfall

Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap requirement. Secara umum tahapan pada model waterfall dapat dilihat pada gambar berikut :












System / Information Engineering and Modeling 
Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb. Tahap ini sering disebut dengan Project Definition.

Software Requirements Analysis 
Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan.

Design 
Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software.
Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.

Testing / Verification 
Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.
Maintenance. Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada errors kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.


- Keuntungan menggunakan teknik waterfall:
  • Proses menjadi teratur
  • Estimasi proses menjadi lebih baik
  • Jadwal menjadi lebih menentu

- Kelemahan menggunakan teknik waterfall:
  • Sifatnya kaku, sehingga susah melakukan perubahan di tengah proses
  • Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap di awal, tapi jarang konsumen bisa memberikan kebutuhan secara lengkap diawal

Spiral

Teknik spiral mencoba menggabungkan model prototyping dan waterfall. Biasa digunakan untuk proyek besar yang mahal dan rumit. Digunakan oleh militer Amerika untuk mengembangkan program Future Combat Systems.

 Keuntungan menggunakan teknik spiral:
  • Pengguna dan developer bisa memahami dengan baik software yang dibangun karena progress dapat diamati dengan baik.
  • Estimasi menjadi lebih realistik seiring berjalannya proyek karena masalah ditemukan sesegera mungkin.
  • Lebih mampu menangani perubahan yang sering terjadi pada software development.
  • Software engineers bisa bekerja lebih cepat pada proyek.

- Kelemahan menggunakan teknik spiral:
  • Membutuhkan waktu yang lama.
  • Membutuhkan dana yang besar.
  • Membutuhkan planning jangka panjang yang baik agar program bisa selesai dengan baik.
V Model

Teknik V model sering disebut sebagai pengembangan dari teknik waterfall. V untuk verifikasi dan validasi dan merupakan model standar yang banyak dipakai di negara-negara Eropa seperti standar untuk proyek pertahanan dan administrasi federal di Jerman.







Formal Method

Teknik formal method adalah teknik yang mengandalkan perhitungan matematika dalam setiap prosesnya. Hanya digunakan pada sistem yang sangat memperhatikan keamanan atau keselamatan dari pengguna. Contoh penggunaan teknik ini adalah aerospace engineering.

-Keuntungan menggunakan teknik formal method adalah meminimalkan resiko dengan adanya perhitungan komputasi.

Sedangkan kerugiannya adalah:
  • Biaya Tinggi.
  • Kompleks
  • Tidak Umum untuk Proyek Software pada umumnya

Jumat, 25 April 2014

PHP MySQL


Pengertian PHP
PHP adalah singkatan dari "PHP: Hypertext Preprocessor", yang merupakan
sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip
dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik.
Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web
menulis halaman web dinamik dengan cepat.
Hubungan PHP dengan HTML
Halaman web biasanya disusun dari kode-kode html yang disimpan dalam
sebuah file berekstensi .html. File html ini dikirimkan oleh server (atau file) ke
browser, kemudian browser menerjemahkan kode-kode tersebut sehingga

Sabtu, 22 Maret 2014

jQuery-UI

jQuery UI adalah JavaScript library yang menyediakan abstraksi untuk interaksi tingkat rendah dan animasi , efek canggih dan tingkat tinggi, themeable widget , dibangun di atas jQuery JavaScript library, yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi web interaktif. Album ini dirilis pada bulan September 2007, diumumkan dalam sebuah posting blog oleh John Resig pada jquery.com. [4] Rilis terbaru, 1.10.1, memerlukan jQuery 1.6 atau yang lebih baru. [5]
jQuery UI adalah perangkat lunak bebas, open source, berlisensi di bawah Lisensi MIT .

Widget

Semua widget jQuery UI sepenuhnya themeable menggunakan konsolidasi, mekanisme tema terkoordinasi. [7]
  • Kontainer Accordion - Accordion
  • Autocomplete - kotak Auto-lengkap berdasarkan apa jenis pengguna
  • Button - Peningkatan tombol penampilan, putar tombol radio dan checkbox ke pushbuttons
  • Datepicker - Advanced tanggal-pemetik
  • Dialog - Tampilkan kotak dialog di atas konten lainnya, mudah dan kokoh
  • Menu - menu Tampilkan a
  • Progressbar - Progress bar, baik animasi dan tidak
  • Slider - slider Sepenuhnya disesuaikan dengan berbagai fitur: 
  • Spinner - Tampilkan Nomor Spinner
  • Tabs - Tabbed penanganan antarmuka pengguna, dengan kedua inline dan konten demand-loaded
  • Tooltip - Tampilkan Tooltip 

Effects

  • Animasi Berwarna - Menghidupkan transisi dari satu warna ke warna lain
  • Beralih Class, Add Class, Hapus Class, Beralih Class - Menghidupkan transisi dari satu set gaya yang lain
  • Efek - Berbagai efek (muncul, geser-down, meledak, fade-in, dll)
  • Beralih - Beralih efek dan mematikan
  • Hide, Show - Menggunakan efek di atas

Contoh

<Script type = "text / javascript">
  / / Membuat # draggable draggable
  $ (Function () {
   . $ ("# Draggable") draggable ();
  });
 </ Script>
 <Div id = "draggable" class = "ui-widget-content">
   <P> Tarik saya sekitar </ p>
 </ Div>
 ~ ~ ~ ~
Hal ini membuat div dengan ID "draggable" draggable oleh mouse pengguna.

 <Script type = "text / javascript">
  / / Mengubah css dari elemen
  $ (Function () {
   $ ("# Demo") css ('color', '# 069').;
  });
 </ Script>
 <Div id = "demo">
   Beberapa teks
 </ Div>



jQuery

jQuery adalah cross-platform JavaScript library yang dirancang untuk menyederhanakan script sisi klien dari HTML .  Film ini dirilis pada Januari 2006 di BarCamp NYC oleh John Resig . Saat ini dikembangkan oleh tim pengembang yang dipimpin oleh Dave Methvin. Digunakan oleh lebih dari 80% dari 10.000 website yang paling banyak dikunjungi,  jQuery adalah yang paling populer library JavaScript yang digunakan saat ini.
jQuery adalah perangkat lunak bebas, open source , berlisensi di bawah Lisensi MIT . sintaks jQuery ini dirancang untuk memudahkan untuk menavigasi dokumen, pilih DOM elemen, membuat animasi , menangani event , dan mengembangkan aplikasi Ajax . jQuery juga menyediakan kemampuan bagi pengembang untuk membuat plug-in di atas perpustakaan JavaScript. Hal ini memungkinkan pengembang untuk membuat abstraksi untuk interaksi tingkat rendah dan animasi, efek canggih dan tingkat tinggi, tema-mampu widget. Pendekatan modular ke perpustakaan jQuery memungkinkan penciptaan kuat halaman web dinamis dan aplikasi web.
Himpunan fitur inti jQuery - pilihan elemen DOM, traversal dan manipulasi - diaktifkan oleh mesin pemilih nya (bernama "Sizzle" dari v1.3), menciptakan baru "gaya pemrograman", menggabungkan algoritma dan DOM-data struktur , dan dipengaruhi arsitektur lain kerangka JavaScript seperti YUI v3 dan Dojo .
Microsoft dan Nokia bundel jQuery pada platform mereka.  Microsoft termasuk dengan Visual Studio  untuk digunakan dalam Microsoft ASP.NET AJAX framework dan ASP.NET MVC Framework sementara Nokia telah terintegrasi ke dalam platform pengembangan widget Web Run-Time .  jQuery juga telah digunakan di MediaWiki sejak versi 1.16.

jQuery memiliki dua gaya penggunaan:
Melalui $ fungsi, yang merupakan metode pabrik untuk objek jQuery. Fungsi-fungsi ini, sering disebut perintah, yang chainable karena mereka semua kembali objek jQuery.
Via $. fungsi-diawali. Ini adalah fungsi utilitas, yang tidak bertindak atas objek jQuery langsung.
Biasanya, akses dan manipulasi beberapa node DOM dimulai dengan $ fungsi dipanggil dengan CSS tali pemilih, yang menghasilkan objek jQuery referensi elemen yang cocok dalam HTML halaman. Set node ini dapat dimanipulasi dengan memanggil metode instansi pada objek jQuery, atau pada node itu sendiri. Sebagai contoh:
 .. $ ("Div.test") add ("p.quote") addClass ("biru") slideDown ("lambat").;
Baris ini menemukan gabungan dari semua div tag dengan atribut kelas test dan semua p tag dengan class CSS atribut quote , menambahkan kelas atribut blue untuk setiap elemen cocok, dan kemudian meningkatkan tinggi badan mereka dengan animasi. The $ dan add fungsi mempengaruhi set cocok, sedangkan addClass dan slideDown mempengaruhi node direferensikan.
Selain mengakses node DOM melalui hirarki objek jQuery, juga memungkinkan untuk membuat elemen DOM baru jika string dilewatkan sebagai argumen ke $ () terlihat seperti HTML. Misalnya, baris ini menemukan elemen HTML SELECT dengan ID = "carmakes", dan menambahkan elemen OPTION dengan nilai "VAG" dan teks "Volkswagen":
 . $ ('# Pilih carmakes') append (.. $ ('<option />') Attr ({value: "VAG"}) append ("Volkswagen"));
Metode diawali dengan $. metode kenyamanan atau mempengaruhi sifat global dan perilaku. Sebagai contoh, berikut ini adalah contoh dari fungsi iterasi yang disebut each di jQuery:
 $. Masing-masing ([1, 2, 3], function () {
   . console log (ini + 1);
 });
Hal ini menulis "2", "3", "4" ke konsol.
Hal ini dimungkinkan untuk melakukan independen browser Ajax query menggunakan $.ajax dan metode terkait untuk memuat dan memanipulasi data remote.
 Ajax ($. {
   ketik: "POST",
   url: "example.php",
   Data: "name = John & location = Boston"
 }). Dilakukan (function (msg) {
   alert ("Data Tersimpan:" + msg);
 }). Gagal (function (XMLHttpRequest, statusText, errorThrown) {
   alert (
     "Pengiriman formulir Anda gagal. \ N \ n"
       + "XML Http Request:". + JSON stringify (XMLHttpRequest)
       + ", \ N Status Text:" + statusText
       + ", \ N Kesalahan yang ditampilkan:" + errorThrown);
 });
Contoh ini posting data name=John dan location=Boston untuk example.php pada server. Ketika permintaan ini selesai dengan sukses, fungsi keberhasilan dipanggil untuk memperingatkan pengguna. Jika permintaan gagal, itu akan mengingatkan pengguna untuk kegagalan, status permintaan, dan kesalahan tertentu.

Jumat, 07 Maret 2014

Aplikasi WowSlider

Kali ini saya akan mempost artikel tentang WowSlider  dan masih seperti biasa masih dengan KIKY SI KANCIL langsung saja kita lihat .

















Klik tanda plus yang warna hijau

















dan kemudian pilih saja gambar yang ingin kita pilih tapi harus kiky si kancil.

Kamis, 27 Februari 2014

Framework

Framework adalah kerangka kerja. Framework juga dapat diartikan sebagai kumpulan script (terutama class dan function) yang dapat membantu developer/programmer dalam menangani berbagai masalah-masalah dalam pemrograman seperti koneksi ke database, pemanggilan variabel, file,dll sehingga developer lebih fokus dan lebih cepat membangun aplikasi. Bisa juga dikatakan Framework adalah komponen pemrogaman yang siap re-use kapan saja, sehingga programmer tidak harus membuat skrip yang sama untuk tugas yang sama. Misalkan saat anda membuat aplikasi web berbasis ajax yang setiap kali harus melakukan XML Http Request, maka Xajax telah mempermudahnya untuk anda dengan menciptakan sebuah objek khusus yang siap digunakan untuk operasi Ajax berbasis PHP. Itu adalah salah satu contoh kecil, selebihnya Framework jauh lebih luas dari itu.


Berikut adalah gambarnya 
Framework kiki si kancil
 

Jumat, 21 Februari 2014

Devinisi WEB 2.0

Web 2 .0 adalah website yang memungkinkan adanya interaksi antara pemilik dan pengguna dengan konsep yang lebih mudah dan fleksible, selain itu ciri dari web 2.0 adalah website yang dibuat dengan full CSS yang membuat website lebih mudah dan ringan diakses, tidak memakan resources banyak.

Istilah Web 2.0 dipakai untuk menggambarkan aplikasi-aplikasi Internet generasi baru yang merevolusi cara kita menggunakan Internet. Semua aplikasi ini membawa kita masuk ke babak baru penggunaan Internet yang berbeda dengan generasi sebelumnya pada pertengahan tahun 1990-an.
What is Web 2.0? Karangan Tim O’Reilly menjabarkan arti dan ciri-ciri web 2.0 tersebut. Kebetulan dia merupakan orang yang mencetuskan kata Web 2.0.   Ciri -ciri Web 2.0 diantaranya:


1.TheWeb as PlatformAplikasi Web 2.0 menggunakan Web (atau Internet) sebagai platformnya. 
Apa  yang dimaksud dengan platform ? Platform di sini adalah tempat suatu aplikasi dijalankan. Contoh platform yang terkenal adalah Windows, di mana ada aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office dan Adobe Photoshop. Menggunakan Internet sebagai platform berarti aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di atas satu sistem operasi tertentu. Contohnya adalah Google yang bisa diakses dari sistem operasi mana pun. Contoh lainnya adalah Flickr yang juga bisa diakses dari sistem operasi mana pun.
Kelebihannya jelas, aplikasi-aplikasi Web 2.0 ini tidak lagi dibatasi sistem operasi seperti pada Windows. Dan kita bahkan tidak perlu menginstall apapun untuk menggunakan aplikasi-aplikasi ini !

2. Harnessing Collective Intelligence
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang unik, yaitu memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Sebagai hasilnya muncullah basis pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari pengetahuan banyak orang. Contoh yang jelas adalah Wikipedia. Wikipedia adalah ensiklopedi online yang memperbolehkan semua orang untuk membuat dan mengedit artikel. Hasilnya adalah ensiklopedi online besar yang sangat lengkap artikelnya, bahkan lebih lengkap daripada ensiklopedi komersial seperti Encarta ! Contoh lainnya lagi adalah del.icio.us di mana semua orang saling berbagi link-link menarik yang mereka temukan. Akibatnya kita bisa menemukan “permata-permata” di Web gabungan hasil browsing dari ribuan orang. Blogosphere juga merupakan contoh kepandaian kolektif karena setiap orang bisa menulis blog-nya sendiri-sendiri lalu saling link satu sama lain untuk membentuk jaringan pengetahuan, mirip seperti sel-sel otak yang saling terkait satu sama lain di dalam otak kita.

3. Data is the Next Intel Inside
Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basis data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, yang kekuatannya terletak pada pengumpulan dan manajemen data halaman-halaman Web di Internet. Contoh lainnya lagi adalah Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga sangat kaya dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku lain, dan sebagainya. Ini berarti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang menguasai data.

4. End of the Software Release Cycle
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang berbeda dengan aplikasi pada platform “lama” seperti Windows. Suatu aplikasi Windows biasanya dirilis setiap dua atau tiga tahun sekali, misalnya saja Microsoft Office yang memiliki versi 97, 2000, XP, dan 2003. Di lain pihak, aplikasi Web 2.0 selalu di-update terus-menerus karena sifatnya yang bukan lagi produk melainkan layanan. Google misalnya, selalu di-update data dan programnya tanpa perlu menunggu waktu-waktu tertentu.

5. Lightweight Programming Models
Aplikasi Web 2.0 menggunakan teknik-teknik pemrograman yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. Ini memudahkan orang lain untuk memakai ulang layanan suatu aplikasi Web 2.0 guna membentuk layanan baru. Contohnya adalah Google Maps yang dengan mudah dapat digunakan orang lain untuk membentuk layanan baru. Sebagai hasilnya muncullah layanan-layanan seperti HousingMaps yang menggabungkan layanan Google Maps dengan Craigslist. Layanan seperti ini, yang menggabungkan layanan dari aplikasi-aplikasi lainnya, dikenal dengan istilah mashup.

6.Software Above the Level of a Single Device
Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan secara terintegrasi melalui berbagai device. Contohnya adalah iTunes dari Apple yang berjalan secara terintegrasi mulai dari server Internet (dalam bentuk toko musik online), ke komputer pengguna (dalam bentuk program iTunes), sampai ke mobile device (dalam bentuk iPod). Di masa depan diperkirakan akan makin banyak aplikasi-aplikasi yang memiliki sifat ini, misalnya saja demo Bill Gates di CES 2006 menunjukkan integrasi antar device yang luar biasa.

7.Rich User Experiences
Aplikasi Web 2.0 memiliki user interface yang kaya meskipun berjalan di dalam browser. Teknologi seperti AJAX memungkinkan aplikasi Internet memiliki waktu respons yang cepat dan user interface yang intuitif mirip seperti aplikasi Windows yang di-install di komputer kita. Contohnya adalah Gmail, aplikasi email dari Google yang memiliki user interface revolusioner. Contoh lainnya lagi adalah Google Maps yang meskipun berjalan namun bisa memberikan respons yang cepat saat pengguna menjelajahi peta.

Apakah suatu aplikasi harus memiliki ketujuh ciri-ciri ini untuk bisa disebut “Web 2.0″ ? Jawabannya adalah tidak. Namun semakin banyak ciri-ciri yang dimiliki berarti aplikasi itu semakin “Web 2.0″? Dan satu hal lagi, meskipun contoh-contoh yang diberikan di atas banyak berasal dari keluarga Google, tapi sebenarnya masih banyak aplikasi Web 2.0 yang lain.